- PENDIDIKAN
- Pendidikan Formal
Peningkatan
jumlah lulusan pendidikan formal masyarakat di Desa Celep dari
tahun ke tahun semakin meningkat cukup signifikan. Hal ini terjadi
karena pendidikan sudah merupakan kebutuhan masyarakat sehingga telah
memaknai akan arti pentingnya pendidikan. Namun demikian, kita tetap
bekerja sama secara terus-menerus dan berkesinambungan dengan semua
elemen yang ada, baik dari Pemerintah Desa Celep , Instansi
Terkait dan Lembaga-lembaga yang ada dalam pemberian motivasi kepada
masyarakatnya.
Prioritas
pendidikan masyarakat Desa Celep adalah meningkatkan kualitas
pendidikan dan keterampilan pendidik sehingga sangat mengharapkan kepada
pendidik dan peserta didik khususnya SMK untuk dapat menghasilkan
lulusan yang siap bersaing untuk mengisi lapangan kerja yang produktif
dan berkualitas.
Dalam
upaya ini, Desa Celep dalam melaksanakan tugas pemerintahan
bekerja sama dengan instansi terkait (Disdikpora), lembaga
kemasyarakatan (LPMK, LPP/Karang Taruna, PKK, BKM) dan tokoh-tokoh
masyarakat yang ada untuk senantiasa memberikan penyuluhan kepada
masyarakat agar terus meningkatkan jenjang pendidikan, baik formal
maupun non formal. Pemerintah Desa Celep juga bekerja sama dengan
lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat dalam mensukseskan program
Kabupaten Sukoharjo tentang Jam Belajar yang dimulai pukul 19.00 sampai
dengan pukul 21.00 karena sisi positif yang diperoleh sangat bagus,
antara lain mengajarkan disiplin, meningkatkan potensi akademik siswa
sekolah, mengurangi kenakalan remaja serta efek bagi keluarga dalam
penghematan penggunaan listrik khususnya dari televisi.
Sebagai gambaran keadaan pendidikan di Desa Celep , kami sajikan data bidang pendidikan formal sebagai berikut:
- Data Jumlah Penduduk Berdasarkan yang Tamat Pendidikan Formal
No
|
Jenjang Pendidikan
|
Tahun
|
Ket
|
2016
| |||
1
|
SD
|
439
|
-
|
2
|
SMP
|
559
|
-
|
3
|
SMA
|
483
|
-
|
4
|
Perguruan Tinggi
|
115
|
-
|
Sumber data tahun 2015
- Pendidikan Non Formal
Selain
peningkatan dalam bidang pendidikan formal, juga ditempuh pendidikan
non formal, baik yang diselenggarakan di Desa Celep maupun di luar,
antara lain Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA)
Di
samping dalam meningkatkan keterampilan, Pemerintah Desa Celep
bekerja sama dengan instansi terkait baik dari pemerintah maupun swasta,
Memperhatikan data di atas, keberhasilan pendidikan di Desa Celep
di antaranya yaitu:
1. Semakin meningkatnya rata-rata lulusan/tamat jenjang pendidikan;
2. Semakin banyak jumlah siswa;
3. Semakin meningkatnya kegiatan non formal;
4. Tercapainya Program Wajar 9 Tahun.
Semangat
untuk terus meningkatkan pendidikan di Desa Celep inilah yang
menjadi potensi besar demi kemajuan Desa Celep pada saat mendatang.
Generasi cerdas, terampil dan bijaksana merupakan cita-cita seluruh
masyarakat Desa Celep.
- KESEHATAN MASYARAKAT
Dalam
rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Desa Celep bersama instansi terkait, lembaga-lembaga di tingkat Desa ,
tokoh-tokoh masyarakat dan para kader kesehatan senantiasa menjalin
kerja sama yang baik dan selalu proaktif dalam penyuluhan kesehatan.
Adapun berbagai upaya dalam peningkatan di bidang kesehatan masyarakat tersebut, antara lain:
a. Penyuluhan pemberantasan penyakit menular dan peningkatan gizi keluarga;
b. Pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah;
c. Pelaksanaan Posyandu secara rutin, baik Posyandu Balita maupun Lansia;
d. Pemberian makanan tambahan;
e. Pemugaran rumah tidak layak huni;
f. Penyuluhan bagi Pasangan Usia Subur (PUS) sebagai akseptor KB;
g. Upaya pemberantasan gizi buruk;
h. Pertemuan rutin tiap bulan para Kader Posyandu dengan instansi terkait (Puskesmas, Dinas Kesehatan, PLKB, dll);
i. Penyuluhan bagi dukun bayi oleh bidan;
j. Bantuan uang untuk program makanan tambahan pada tiap Posyandu.
Pada
tahun 2012-2013, angka kematian bayi dan gizi buruk dapat ditekan. Hal
ini dikarenakan Posyandu Balita di Desa Celep mempunyai kegiatan
yang aktif dan berkesinambungan. Jadi, risiko kematian bayi dapat
ditekan akan tetapi tidak akan bisa mencapai 0%.
Keberhasilan pembinaan kesehatan di Desa Celep dapat dilihat pada indikator:
1. Tidak adanya kasus kematian bayi;
2. Kagiatan Posyandu balita dan lansia yang terbilang rutin;
3. Tidak ditemukan penyakit yang mewabah.
- EKONOMI KEMASYARAKATAN
Kegiatan
perekonomian masyarakat Desa Celep tidak jauh berbeda dengan
kondisi di Desa /pedesaan yang lain. Walaupun statusnya sebagai
Desa yang berada di perkotaan, namun kehidupan masyarakatnya sebagian
besar masih bekerja di sektor pertanian. Di samping itu, ada yang
bekerja di sektor perdagangan, jasa dan industri, namun demikian tingkat
pendapatan dari sektor pertanian masih dominan.
Pemerintah
Kabupaten Celep bersama-sama dengan instansi terkait,
lembaga-lembaga kemasyarakatan dan tokoh-tokoh masyarakat selalu
berupaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Celep ,
berbagai upaya tersebut di antaranya:
o Pemberian bantuan modal usaha melalui LEM;
o Penyuluhan pengetahuan/keterampilan usaha kecil;
o Pemberian hewan ternak dari pemerintah dengan sistem bergulir;
o Pembentukan Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A);
o Pembentukan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan);
o Mengarahkan para pencari pinjaman ke lembaga keuangan yang resmi agar tidak terjebak rentenir.
Peningkatan
perekonomian masyarakat di Desa Celep dapat dilihat dari semakin
banyaknya warga yang berwiraswasta dalam industri kecil. Hal ini
merupakan potensi dan akan dikembangkan bersama oleh pemerintah
Desa Celep .
Upaya untuk mengembangkan beberapa potensi tersebut adalah melalui:
o Penyuluhan bersama instansi terkait;
o Fasilitas kemudahan administrasi dalam kredit ke lembaga perbankan/lembaga keuangan lainnya;
o Bantuan promosi melalui Desa .
- KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Kondisi
wilayah yang aman dan kondusif sangat menentukan keberhasilan dalam
pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Karena
dengan kondisi wilayah yang kondusif akan sangat membantu peningkatan
pembangunan dan jalannya pemerintahan akan berjalan dengan baik.
Bertitik
tolak dari hal tersebut, Pemerintah Desa Celep bekerja sama dengan
lembaga, organisasi maupun instansi terkait berusaha secara maksimal
untuk mencipatakan kondisi yang aman dan kondusif.
Pelaksanaan
keamanan dan ketertiban di Desa Celep diarahkan kepada usaha-usaha
pengembangan sistem keamanan lingkungan dan ketertiban masyarakat yang
bersifat swadaya. Di mana masyarakat diharapkan mampu untuk menjaga
keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing.
Dalam
pelaksanaan sehari-hari, keikutsertaan warga dalam menjaga keamanan dan
ketertiban di Desa Celep dibentuk organisasi Perlindungan
Masyarakat (Linmas). Di mana tugas Linmas tersebut adalah selain untuk
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, juga menjadi ujung tombak
guna membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.
Berbagai upaya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di antaranya:
1. Pembentukan organisasi Linmas yang anggotanya berasal dari 5 lingkungan;
2. Pembangunan Pos Kamling dengan biaya swadaya murni masyarakat;
3. Pemberian stimulan kepada masyarakat untuk membangun Pos Kamling;
4. Pemberian bantuan uang untuk operasional kegiatan Linmas;
5. Pemberian bantuan untuk pengadaan pakaian dinas Linmas.
Sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat, yaitu:
1. Berfungsinya pos-pos kamling di seluruh wilayah Desa Celep;
2. Berfungsinya organisasi Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang optimal;
3. Tidak adanya tindak kriminal di Desa Celep ;
4. Tidak adanya tawuran remaja (kenakalan remaja) dan penggunaan obat-obatan terlarang/narkoba;
5. Tidak adanya konflik SARA.
0 komentar:
Posting Komentar